Rembulan bersolek di pelupuk senja
Menanti malam mengangkatnya tinggi.
Penuh asa ia menanti
Cahaya mentari yang ia cinta.
Seberkas sinar menyirami sang merpati
Terbungkus rapat kain harum kesturi.
Raga nan perkasa mengarung samudera
"Tiada jiwa", bisik sang mata.
Tetes air mata dari luka menganga
Diacuhkan oleh asa yang telah putus.
Hanya waktu yang hendak menjawab
Apa daya ia terus bergulir.
Waktu...
Enggan lelah ia meyeret detik
Hingga menit harus menjadi jam.
Pantang mundur ia terus berdetak
Hingga berhenti ia pun tentukan.
Sejauh apapun ia berkelana,
Ingatan masih merindu tertambat di sana.
Tiada pesan yang tersampaikan,
Hanya hati yang kerap berbisik.
Akhir...
Tak lagi mampu ia terbang,
Enggan pula ia menoleh,
Hanya menatap dinding putih,
Tanpa akhir sejauh pandang.
Derap langkah terakhir sudah ia beri,
Ribuan jarak ia ubah jadi riak,
Berharap usai gelombang samudera,
Senyum dia terlukis abadi baginya.
Au revoir...
Written by:
Angga Hardy