Tak perlu kau menunggu siang
Karena mentari terbit dengan sendirinya.
Seperti detik waktu
Yang tak pernah berjalan mundur.
Tak perlu kau menunggu pelangi
Karena badai berakhir dengan sendirinya.
Dengan atau tanpa sang angin
Awan hitam akan pamit.
Banyak warna dalam jalan yang kau pilih.
Banyak pijak yang kau jejak
Untuk penyempurna akhirmu.
Seperti awal yang perlu akhir.
Tak perlu kau menunggu waktu
Karena ia berjalan tanpa kehendakmu.
Hingga kau bertemu sang penjawab
Saat kau mencari sebab.
Indahmu sederhana tanpa sempurna.
Lakumu bagai samudera.
Tanpa akhir mengisi telaga.
Yang sedari dulu merindu surga.
Semesta memberiku hati
Untuk menyelami samuderamu.
Namun tak ayal samuderamu
Kau hampar luas di hadapku
Tak perlu rumit hatiku merengkuhmu
Karena ia akan berlabuh tak sebentar.
Kau sederhana dalam rumitmu.
Sempurna dalam sederhanamu.
Tak mengapa,
Karena samuderaku untukmu.
Written by:
Angga Hardy