Siang itu, seperti siang hari sebelumnya, mentari seakan sedang melampiaskan seluruh energinya ke planet biru ini. Tanpa angin, tanpa mendung, hanya terik. Dari kejauhan, tampak sebuah mobil Kijang tua melaju pasti menuju sebuah gedung perkantoran. Letih, yang bisa ditafsirkan dari raut wajahnya yang kian menua ketika ia keluar dari mobilnya. Namun, tatap nanar yang terbesit segera sirna dengan kobaran semangat untuk mengais rezeki. Malam hari, tak ubahnya seperti siang hari, waktu untuk beristirahat di rumah ia gunakan untuk bercengkrama dengan kedua anaknya dan sesekali ia merawat pasangan hidupnya.
Aku sadar, aku bukanlah sosok anak yang baik seperti tokoh yang dikisahkan padaku sewaktu kecil. Dalam keseharianku, aku memang merasa terlalu dikekang, aku kerap berprasangka tidak enak ketika ia masuk ke kamarku untuk sekedar berbincang, sering aku menggerutu ketika ia sekedar menyuruhku untuk mengisi air, sering aku bertindak egois untuk memuaskan keinginanku alih-alih keinginannya terpenuhi, dan parahnya, aku kerap gembira ketika ia ke luar kota dan aku bisa menguasai rumah ini barang sehari. Namun, dari lubuk hatiku yang terdalam, menyeruak sebuah perasaan iba sekaligus perasaan salutku padanya. Ingin rasanya aku menyematkan senyum di wajahnya dengan mengajaknya ke Tanah Suci.
Pada usianya yang hampir menyentuh bilangan 50, semangat dan kasih sayangnya tetap bersinar ibarat sebuah api abadi. Dari sekian banyak pahlawan pembela kebenaran yang sering dielu-elukan masyarakat, aku tetap mengidolakannya. Beliau, yang telah merawat dan membesarkanku selama seperempat abad, yang telah mengajarkanku banyak hal, yang telah mengangkatku ketika aku jatuh, yang telah menyemangatiku untuk mengenyam pendidikan, yang selalu mendoakanku setiap waktu, yang menghadirkanku ke dunia ini. Beliau adalah Ibuku..
Tuhan, muliakanlah segala yang dilakukan Ibuku, kabulkanlah segala doa baik yang keluar dari mulutnya, lindungilah selalu Ibuku dari segala kejahatan, dekatkanlah selalu dengan hal baik. Ijinkanlah ibuku berkunjung ke Tanah Suci-Mu, ajaklah ia...
Tuhan, kabulkanlah doaku... Hantarkanlah bisikku beserta air mata ini bahwa aku sayang Ibuku...
Written By:
