Sambil sesekali memekik satu suara
Suara kami mampu membuat karam angan-angan yang berusaha mengapung
Dan kami melakukannya perlahan demi perlahan
O, imajinasi kami terkadang seluas semesta
Kadang selubang jarum
Arung luas samudera
mata perlahan tepat tercekat
Yang tanpa asa memohon banjir tangis surut nyaris demi nyaris
Dahulu kami acap bersetubuh mata antar mata
Kini hanya tersisa bayangnya duduk di pelupuk mata
Goresan kenangan di akhir senja
Kala kudapati hangat memuai lambat laun
dan air mata merintik dengan segera
Pada kala itulah kami pamit bahagia.
Ku larung jiwa di atas langit
Saat ku antar raga di bawah pijak
Gelap pekat udara tersekat
Tak disanding harum bunga kuingat
Kan ku kirim pelita dalam doa
Dan sisip pesan sebelum terpejam
Serta asa tuk berjumpa
Berceloteh dengan kami
Berdansa dengan riang
Dan selamanya
Untuk Ayahku,
dari anakmu
Written By:
Angga Hardy
Angga Hardy