Head

Rabu, 04 April 2012

Hanya Sepenggal

Terkadang kami berdansa di atas muak
Sambil sesekali memekik satu suara
Suara kami mampu membuat karam angan-angan yang berusaha mengapung
Dan kami melakukannya perlahan demi perlahan


O, imajinasi kami terkadang seluas semesta
Kadang selubang jarum

Arung luas samudera
mata perlahan tepat tercekat
Yang tanpa asa memohon banjir tangis surut nyaris demi nyaris

Dahulu kami acap bersetubuh mata antar mata
Kini hanya tersisa bayangnya duduk di pelupuk mata

Goresan kenangan di akhir senja
Kala kudapati hangat memuai lambat laun
dan air mata merintik dengan segera

Pada kala itulah kami pamit bahagia.

Ku larung jiwa di atas langit
Saat ku antar raga di bawah pijak

Gelap pekat udara tersekat
Tak disanding harum bunga kuingat

Kan ku kirim pelita dalam doa
Dan sisip pesan sebelum terpejam
Serta asa tuk berjumpa
Berceloteh dengan kami
Berdansa dengan riang
Dan selamanya

Untuk Ayahku,
dari anakmu



Written By:
Angga Hardy