April 14, 2012 - Lingga Lingua
meratakan aroma rumput yang saling melambai
Berjibaku dengan terik,
membungkam harap ilalang hingga petang.
Menyambung hidup perlahan ibarat tantang.
Mewah ibarat enggan pernah,
gubuk berteman suar tak mempan memaksa ia gusar.
Demi memetik kristal peluh,
caping camping seakan enggan menghianati kepala.
Tak gentar ia menantang raja siang hingga petang.
Selama itu masih menjadi doanya,
enggan ia untuk pulang
Lambat lunglai ia berpulang,
menuju pasti gubuk sepetak kurang.
Binar mata menatap ramah, menyapa Tuhan tak pernah jengah.
Genap sewindu ia menanti
pada raja tak bermuka.
Kelak sabar ia mengulang,
seluas mata hijau menghampar.
Sekedar #BelajarPuisi di kala luang
Written By: