Head

Jumat, 13 April 2012

Sepetik Asa

April 14, 2012 - Lingga Lingua

Jejak sembilu membelah angin senja,
meratakan aroma rumput yang saling melambai 
sambil sesekali menitikan air embun.

Berjibaku dengan terik, 
membungkam harap ilalang hingga petang. 
Menyambung hidup perlahan ibarat tantang.

Mewah ibarat enggan pernah, 
gubuk berteman suar tak mempan memaksa ia gusar.
Demi memetik kristal peluh, 
caping camping seakan enggan menghianati kepala.

Tak gentar ia menantang raja siang hingga petang. 
Selama itu masih menjadi doanya, 
enggan ia untuk pulang

Lambat lunglai ia berpulang, 
menuju pasti gubuk sepetak kurang. 
Binar mata menatap ramah, menyapa Tuhan tak pernah jengah.

Genap sewindu ia menanti 
pada raja tak bermuka. 
Kelak sabar ia mengulang, 
seluas mata hijau menghampar.

Sekedar #BelajarPuisi di kala luang

Written By: