Head

Senin, 22 Juni 2015

Liontin

ukiran diksi dalam relung malam
nampak bias tanpa pelita
tepian pagi tak kunjung bersua
untaian nada yang hanya fana
karena semua hanya terpejam

elang kini hanya menatap nanar
mawar pun hanya menawarkan duri
samudera mengalun seakan naif
di atas kertas hanya secarik
tak gentar walau sebatas pena

pelangi meliuk di kaki cakrawala
hingga malam berangsur kekal
acuh jua mendengar sang arif
hingga lupa raga tak abadi

debur ombak memecah pantai
angin malam mendesir lirih
rantai imaji tak mungkin lekang
isyarat lingua jelas terpampang

angan melesat menembus awan
ketika mentari merangkul sukma
ukiran namamu telah tersemat.

Written by:
Angga Hardy